Panduan Mengenai Rumah Bebas PPN Maret 2021

Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan aturan menanggung biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun di Indonesia. Insentif ini dilakukan demi mendongkrak ekonomi nasional yang terpuruk akibat pandemi dan ditetapkan sejak 1 Maret 2021. EPIC menjabarkan beberapa detail mengenai peraturan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.010/2021 ini dalam beberapa poin berikut:


1. Rumah Bebas PPN
Latar belakang dari diterbitkannya peraturan ini adalah untuk mewujudkan dukungan Pemerintah bagi sektor industri perumahan dan keberlangsungan dunia usaha sektor industri perumahan yang terdampak pandemi COVID-19. Dalam niat baik yang terangkum dalam peraturan ini tampak bahwa yang diberi stimulus bebas biaya PPN adalah jenis rumah tapak atau susun dengan harga maksimal 2 Miliar rupiah. Adapun pembebasan biaya PPN penjualan rumah diberlakukan terhadap sektor primary, dalam arti properti atau unit rumah yang dijual langsung oleh pengembang ke konsumen.


2. Rumah dengan Diskon 50% PPN
Poin stimulus berikutnya dalam peraturan Kementerian Keuangan ini adalah pembebasan biaya PPN sebesar 50%. Diskon ini berlaku untuk rumah tapak atau susun dengan harga jual diatas 2 sampai dengan 5 Miliar rupiah. Sama dengan poin sebelumnya, pemotongan biaya PPN penjualan rumah ini hanya diberlakukan terhadap sektor primary dalam properti, dalam arti unit rumah yang dijual langsung oleh pengembang ke konsumen dan belum pernah dilakukan pemindahtanganan sebelumnya.


3. Berlaku untuk rumah yang siap huni (ready stock)
Pula tercantum pada dalam Pasal 6 peraturan Nomor 21/PMK.010/2021 ini adalah properti yang mendapatkan stimulus pembebasan ataupun diskon PPN hanya berlaku untuk rumah yang siap huni atau ready stock. Jadi fasilitas dari pemerintah ini tidak berlaku bagi anda yang sedang mengincar atau bahkan membeli rumah murah ataupun rumah mewah yang masih dalam fase pembangunan atau indent.


4. Hanya berlaku satu orang untuk satu rumah
Untuk membatasi agar stimulus ini tidak dimanfaatkan oleh hanya segelintir orang saja, maka Pemerintah pada Pasal 5 peraturan kementerian keuangan ini memberi pembatasan yaitu berupa syarat diskon ataupun pembebasan biaya PPN ini hanya berlaku untuk satu rumah untuk satu orang.


5. Unit rumah tidak dapat diperjualbelikan
Dalam kurun waktu satu tahun, Pemerintah melarang pemilik properti untuk menjual kembali unit rumah yang telah mendapatkan stimulus pembebasan PPN. Jika ternyata dalam waktu satu tahun sejak diberikannya insentif PPN pemilik properti tersebut menjual kembali unit rumahnya, maka insentif itu batal, dan pemilik diwajibkan membayar PPN-nya secara normal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


6. Berlaku hanya dalam periode tertentu
Pemberian pembebasan biaya ataupun diskon PPN ini berlaku pada properti yang diserahkan secara fisik dalam kurun waktu Maret sampai dengan Agustus 2021. Secara teknis, pemerintah juga mewajibkan pengusaha atau pengembang properti untuk membuat faktur pajak dan juga laporan realisasi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Airlangga Hartanto selaku Menko Perekonomian berkomentar

bahwa alasan mengeapa insentif ini diberikan kepada sektor properti adalah karena menurut pemerintah sektor ini memiliki multiplier effect terhadap 174 industri lainnya, seperti: baja, semen, cat, furniture, alat rumah tangga dan lainnya.

 

Sedikit retrospeksi, sejak berdirinya, EPIC dibangun oleh tim yang passionate, pekerja keras, dan berpengalaman dalam bidang properti Indonesia. Yang secara konsisten meningkatkan standar dalam layanan properti di tanah air.

 

Seirama dengan insentif ini, dalam kesempatan berbeda, Bank Indonesia juga mengeluarkan kebijakan pelonggaran uang muka kredit properti yang memungkinkan perbankan untuk memberikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan uang muka 0% berlaku sejak 1 Maret sampai 31 Desember 2021.

 

Insentif ini tentu merupakan kabar baik bagi masyarakat yang ingin segera memiliki rumah idaman yang telah diimpikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *